Jumat, 09 April 2010

Tora Sudiro - Aktor di Film Arisan Sampai Tato Tora di Tubuhnya

Tora SudiroTora Sudiro, nama aslinya adalah Taura Danang Sudiro adalah seorang aktor yang bintang iklan yang memiliki bakat komedian. Tora Sudiro dilahirkan di Jakarta pada 10 Mei 1973. Tora adalah anak pertama dari dua bersaudara, pasangan Tanto Sudiro dan Pinky Mardikusno. Kedua orangtua Tora Sudiro bercerai.

Ibu Tora Sudiro kemudian menikah dengan seorang pembalap, Tinton Soeprapto dan kini mempunyai seorang putri yang bernama Tania Soeprapto. Ibunda Tora Sudiro meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil.

Di Perfilman Indonesia, nama Tora Sudiro melesat bagai meteor. Tora pernah meraih Piala Citra sebagai aktor Pemeran Utama Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2004 di film Nasional berjudul “Arisan!”, yang dibintanginya bersama Surya Saputra, Cut Mini, Aida Nurmala dan Rachel Maryam.

Dalam film Arisan tersebut Tora berperan sebagai seorang pria gay, dan di dalam film itu terdapat adegan kontroversial di mana Tora Sudiro beradegan ciuman dengan Surya Saputra. Adegan ciuman antara dua laki-laki ini tercatat sebagai kali pertama sejarah film Indonesia.

Tora Sudiro di tahun 2005 dan 2006, juga memenangi Piala Panasonic Award sebagai aktor terfavorit.

Tora Sudiro pernah sekolah di New Zealand untuk belajar ilmu sound engineer, kemudian di Jakarta berprofesi sebagai pegawai Asuransi sebelum akhirnya terjun di dunia film. Ia pun tak punya latar belakang pendidikan film.

Tora Sudiro Ciuman Surya ArisanPertama kali Tora Sudiro membintangi film Tragedi. Tapi film perdana arahan Rudi Soedjarwo itu belum bisa mengibarkan namanya. Di Film Arisan lah nama Tora SUdiro berkibar. Kini, tawaran main di sejumlah sinetron pun mengalir. Orang menjadi akrab dengan wajahnya setelah dia tampil sempurna di acara komedi entertainment Extravaganza di salah satu stasiun televisi swasta. Dari situlah, masyarakat mulai mengenalnya.

Tora Sudiro juga terkenal sebagai seorang aktor yang mengkoleksi banyak sekali tato disekujur tubuhnya. Meski begitu tato di tubuhnya itu tidak menjadi penghalang dalam bermain film.

Dalam 'Arisan', tato Tora sama sekali tak terlihat, itu karena ia kerap memakai baju lengan panjang di film itu. Di film 'Banyu Biru' juga semua tato-tato yang menempel di tangan Tora Sudiro hilang tak berbekas.

Keluarga Tora Sudiro"butuh kerja keras untuk bisa menyembunyikan tato tersebut. Kata ayah dua anak ini, yahh .. sekitar tiga jam untuk membuat tangannya mulus tak bertato.

Di awal 2006, satu lagi film layar lebar dibintangi Tora Sudiro, Judulnya 'Ekspedisi Madewa'. Di film ini, Tato nya kembali hilang. Tato tersebut harus ditutup demi kepentingan cerita. Produser film, Phillip Korompis, meminta Tora yang berperan sebagai jagoan, tak bertato. Alasannya film tersebut tak hanya akan ditonton orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Tetapi tak seperti di Filmnya 'Banyu Biru' yang memerlukan waktu tiga jam, di film produksi Cinervo (Cinema Revolution) Pictures ini Tora Sudiro hanya butuh 30 menit saja untuk menutup tatonya itu dengan make up. Ternyata, bukan masalah yang selesai, Aktor cakep ini justru merasa sangat tersiksa karena tangannya penuh dengan make-up.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar