Jumat, 09 April 2010

Biografi Ayu, Sarah dan Rahma Azhari Bersaudara

Artis Sarah Azhari (lahir: Jakarta, 16 Juni 1977) adalah seorang aktris dan model cantik asal Indonesia. Saudaranya, Ayu Azhari, juga adalah seorang aktris.

SETELAH beberapa waktu hijrah ke Amerika untuk menghindari gunjingan publik seputar ayah bayinya, Albany Ray, bintang sinetron bahenol dan artis cantik Sarah Azhari kini sudah berada kembali di tempat kelahirannya, Indonesia. Cewek yang turut mendukung sinetron Cinta Tia Maria itu, saat ini hidup bertiga di rumahnya, bersama bayinya dan seorang baby sitter.

Menurut pengakuannya pada reporter Disctarra.Com, ia sering merasa kesepian di rumah. Kalau sudah begini biasanya Sarah membuka internet untuk chatting dengan kenalan baru di Eropa dan juga teman-temannya di Amerika. Kebiasaan ini terus saja melekat hingga kini dan ia sangat kerajingan sekali.

"Biasanya kalau sudah nyerempet-nyerempet porno aku enggak ladenin," ungkap wanita sintal kelahiran Jakarta, 16 Juni 1978 ini. Kalau sudah chatting ia bisa menghabiskan waktu sekitar 4 jam tanpa terganggu siapapun, maklum saja anaknya sudah ada yang ngasuh.

Sarah sendiri suatu kali pernah diberi tahu temannya, kalau foto-fotonya yang terlihat syur ada di sebuah situs, Sarah Azhari. Com.
"Mulanya aku sempat kaget juga, tapi setelah itu aku tahu itu bukan aku. Foto-foto itu hanyalah hasil sebuah rekayasa," sambung artis yang mengawali debut di layar kaca lewat sinetron aksi laga Pedang Keadilan.

Sarah pernah berusaha untuk mengetahui siapa yang membuat situsnya di internet. Untuk itu ia "mengerahkan" teman-temannya di Amerika untuk melacak tempatnya. Hasilnya, situs dirinya itu berada di negeri Paman Sam. "Aku percaya itu dilakukan oleh orang-orang Indonesia sendiri yang kini tinggal di sana," ucapnya lagi, "Hasilnya, orang-orang Amerika jadi tahu ada artis yang namanya Sarah Azhari. Padahal, sungguh mati, saya tidak tahu- menahu siapa pembuat situs itu, jangankan minta izin lebih dulu sama saya."

Padahal adik Ayu Azhari ini tidak merasa keberatan, seandainya orang tersebut bekerja-sama dengannya. "Kenapa enggak, kalau hal itu sama-sama menguntungkan. Tapi ini tidak, dia hanya mau mengambil keuntungan dari foto-foto wajah saya yang sudah pernah dimuat di majalah-majalah," begitu kilahnya sambil tertawa. (03) Disctara.com

Sarah Azhari dan Keluarga

JARANG tampilnya Sarah Azhari di tayangan infotainment, sepertinya faktor kesengajaan. Hal itu terungkap saat artis super seksi ini ditemui secara khusus di Jakarta disela-sela acara peluncuran gedung baru milil Soraya Intercine Film di Jakarta. "Memang saya jarang muncul di sinetron apalagi di tayangan, itu saya sengaja," akunya sambil tersenyum.

Sepertinya pengakuan itu keluar karena beberapa waktu lalu Sarah terus menjadi sorotan karena kasusnya dengan seorang wartawan Infotainment belum juga tuntas. Bahkan saat itu, Sarah mau berbicara namun bukan seputar gosip. Saat ditanya gosip atau kasusnya, Sarahpun menghindar namun ditanya soal aktivitas, Sarah mau menjawab.

"Tapi kalau diacara-acara tamu di tivi saya sering hadir dan itu saya memang mau. Tapi kalau di sinetron saya belum banyak karena baru saja saya menyelesaikan sinetron bersama Indro Warkop," paparnya sambil mengaku main di sinetron komedi karena seru dan bisa ketawa kalau menonton sinetron tersebut.

Ditanya kenapa belum juga main film, adik Ayu Azhari ini mengaku pernah ditawarin main film. Namun karena soal waktu jadilah belum diterima. "Karena aku kan masih kuliah dan sebentar lagi kuliah aku akan selesai. Karena itulah aku belum terima main film, meski ada tawaran-tawaran. Aku konsisten dulu sama yang udah ditengah jalan," jelasnya.

Ditanya soal kesibukannya, jadi artis, ngurus anak dan juga masih kuliah, Sarahpun menjawab bijak. "Alhamdulilah soal fine-fine saja sampai sekarang, saya bisa bagi waktu meski anak saya juga sudah sibuk kelas satu SD, juga ada les. Dan kenapa saya jarang main sinetron karena saya lebih baik sering ketemu anak karena anak butuh bimbingan dan butuh pendidikan yang baik dari sekolah dan saya sebagai ibu," akunya.

Menurut Sarah, anaknya memang tak suka dengan kehidupan yang glamour apalagi lingkungan selebritis. Pernah suatu saat diajak, anaknya kaget dan tak mau lagi ikutan acara-acara yang dianggap glamour. "Karena anak saya ngga mau seperti itu, selain itu anak saya juga paling benci kalau saya di gosipin," tutupnya sambil pamitan. [musa/foto:istimewa]

Artis Rahma Azhari dan RUU Anti Pornografi

Bintang ayu Rahma Azhari terlihat sumringah ketika ditanya apakah dia merasa seksi. "Seksi? Ah biasa saja tuh", katanya.

Jumat pekan lalu, ketika ditemui di Menteng, Rahma benar-benar terlihat sangat seksi. Tubuh moleknya dibalut gaun panjang tanpa lengan dan berbelahan dada rendah berwarna hijau pandan. Gaun model kimono itu serasi dengan make up sederhana tapi menonjolkan keindahan mata Rahma yang seperti bola pingpong.

Rambut panjang sepundak milik Rahma dipotong dengan gaya japanese’s style dan diwarnai dengan tiga warna" gold, copper, dan iridescent brown.

"Siapa yang bilang saya seksi? Saya enggak merasa begitu. Ya kalau ada orang melihat saya dan menilai saya sexy, itu hak dia. Saya sih bersyukur saja dibilang seksi", lanjutnya.
Rahma merasa nyaman jika tidak memakai baju (alias bugil), meski sehari-hari dia memilih untuk memakai busana kasual seperti kaus tanktop dan celana jins.

Apakah Rahma tidak takut kenyamanannya bakal terganggu dengan pemberlakuan UU Anti-Pornografi dan Pornoaksi (APP)? "Saya enggak takut RUU APP. Enggak mau tahu dan sebenarnya sih enggak peduli, mau ada apa enggak. Biarlah orang lain yang urus itu" katanya.

Adik kandung artis Ayu Azhari ini bilang, dia tipe orang yang suka tampil telanjang. Soal rambutnya yang sekarang jadi tiga warna, Rahma bilang, "Saya enggak mau begini terus. Besok, saya akan minta warnanya disamakan saja. Mungkin, coklat muda saja, supaya serasi dengan kulit saya yang tidak putih ini", katanya.

Ereksi pada Saat Membaca atau Menonton FIlm Porno Program Penis Sehat

Pada zaman modern ini, banyak cara untuk melihat gambar-gambar telanjang atau membaca cerita-cerita seks. Apalagi dengan maraknya media internet yang memungkinkan orang untuk chating atau melihat gambar seksi artis Indonesia dan menonton cuplikan film porno.

Pada saat menonton Film porno, penis akan mengalami ereksi yang keras. Hanya setiap beberapa menit misalnya 3 sampai 4 menit, terjadi pertukaran darah yang sudah lama terperangkap di dalam penis. Pada saat itu ereksi akan turun sedikit tapi tidak sampai lembek.

Sesudah darah segar masuk dalam penis, ereksi akan kembali keras yang membuat penis menjadi menonjol dan kaku. Selama membaca cerita 17 hot atau menonton film porno, kenikmatan akan bertambah terus. Dan terkadang-kadang penis disentuh dengan tangan. Akhirnya semen (cairan sperma) akan ke luar dan bisa langsung ke luar dengan sendirinya.

Beberapa pria sengaja menonton blue film untuk mendapatkan rangsangan atau stimulasi seks untuk melakukan masturbasi sampai ejakulasi. Sesudah ejakulasi barulah penis kembali lembek.

Ada banyak orang yang ragu apakah ereksinya cukup keras, apakah penisnya telah mengalami disfungsi ereksi, lalu mentes diri dengan menonton blue film sambil mencoba merangsang penis dengan tangan. Pada saat itu diharapkan penis akan ereksi dengan keras. Bila berhasil, perasaan menjadi lega bahwa diri masih sehat seksual yang artinya ereksi penis masih normal - Tetapi bila ereksi yang keras tidak tercapai, maka timbul keyakinan dalam diri telah terjadi gangguan ereksi atau disfungsi ereksi.

Aku Tergoda Keperkasaan Kakak Iparku

Tak sedikitpun yang terbersik untuk menyakiti Kak Dian (samaran) kakak kandungku sendiri. Aku hanya tak kuasa melawan godaan seks dari Mas Ferry (samaran), suaminya, sehingga kami terlibat hubungan seksual yang begitu jauh. Kakak Ipar ku itu telah merenggut kegadisanku. Dan aku menjadi terbuai dan tergoda oleh Ipar ku yang perkasa itu.

Cerita seks ku ini dimulai ketika aku tinggal di rumah kak Dian setelah pembantunya memutuskan untuk berhenti bekerja di rumah itu. Sejak saat itu, kak Dian kelihatan kewalahan mengurusi rumahnya, manalagi harus mengurusi suami dan kedua orang anaknya yang masih kecil. Karena itu, aku menawarkan diri untuk tinggal bersamanya. Hitung - hitung aku bisa meringankan bebannya.

Tawaranku disambut baik kak Dian, di malah sangat bersyukur aku mau tinggal bersamanya, mengurus anak-anak, dan membereskan rumah.

Aku sendiri sudah setahun lebih menganggur. Setelah lulus sarjana tahun 2003 yang lalu, aku hanya menghabiskan waktuku di rumah. Aku memang tidak pernah berusaha mencari kerja, karena aku pikir aku anak perempuan dan akhirnya akan mengurusi rumah tangga dan suami kelak. Di rumah kak Dian aku juga bisa menghibur diri. Semua fasilitas lengkap. Kala kak Dian dan suaminya berangkat kerja, aku pun bisa memanfaatkan semua yang ada di rumah. Mulai dari makanan yang serba tersedia, nonton film sampai main playstation.

Aku hanya mengurus dua anak kak Dian, itu pun tidak perlu terlalu repot, karena mereka sudah cukup besar untuk diperingatkan. Praktis pekerjaan yang berat, hanya menyiapkan makan minum untuk kak Dian dan suaminya. Setelah itu aku bisa bebas kembali. Itu sebabnya aku betah tinggal di rumah.

Setiap habis gajian, suami kak Dian Ferry selalu memberiku uang jajan yang lumayan banyak untuk membeli kosmetik dan pakaian. Malah, mereka ingin agar tinggal di rumah itu saja selamanya. Meskipun katanya aku sudah menikah nanti, aku masih bisa tetap tinggal di rumah itu. Rumah kak Dian memang cukup luas untuk menampung dua keluarga. Jumlah kamar saja ada lima biuah, ditambah ruang tamu dan ruang keluarga yang sangat lapang.

Bulan ketujuh aku tinggal di rumah itu, suami kak Dian sakit. Ia mengalami patah tulang setelah mengalami kecelakaan di perbatasan kota. Ferry harus istirahat selama dua bulan. Karena kak Dian sibuk kerja, aku yang harus menggantikannya mengurusi mas Ferry. Mulai dari kebutuhan makan, minum sampai ini dan itu semua aku lakukan. Maklumlah kak Dian wanita karier yang sangat sibuk. Ia baru bisa pulang pada malam hari.

Dari sinilah bencana berawal. Diam-diam, mas Ferry sering memperhatikanku. Aku sangat sadari itu, tapi aku berusaha untuk menyembunyikannya. Lama - lama mas Ferry tambah berani ia mulai memegangi tanganku dan mencoba merayuku untuk berhubungan seks, aku hanya diam dan berusaha menghindar dari bujuk rayunya, karena itu kuanggap hanya sebatas gurauan belaka.

Suatu siang ketika aku tidur lelap di dalam kamar, tiba-tiba ada beban berat yang menindih tubuhku. Aku sempat terperanjat kaget dan berusaha berontak, namun kekuatan itu kian dahsyat menindihku. Tak kuasa aku melawan semuanya, dan akhirnya, mas Ferry....

Sejak itulah petualangan kisah seks kami bermula. Tak ada rasa lagi rasa berontak dalam diriku malah, aku jadi lupa kalau Ferry adalah kakak iparku. Kami melakoni petualangan porno itu tanpa batas. Aku dan Ferry betul - betul merengkuh kenikmatan seksual, tanpa pernah tercium oleh kak Dian. Sampai detik ini pun kami masih menjalaninya. Kapan mengakhirinya, aku juga tak tahu. (BKM)

TERNYATA, SUAMIKU YANG MANDUL

Perceraian yang terjadi di antara dua pasangan suami-istri memiliki alasan bermacam-macam. Ada yang karena salah satunya ketahuan selingkuh, ketakcocokan paham dan prinsip, adanya pihak orang tua yang terlalu ikut campur urusan rumah tangga dan lainnya.

Begitu juga aku yang kini bertugas sebagai istri kedua dari seorang pengusaha. Aku terpaksa memilih cerai dengan suami pertamaku karena kami beda prinsip. Suami pertamaku, sebut saja namanya Yudi, beranggapan bahwa suami boleh memiliki lebih dari satu istri. Karena itulah dia berkeinginan menikah lagi. Sementara aku, tak ingin dimadu.

Keinginan suami untuk menikah lagi diungkapkan langsung kepadaku. Dia berterus terang ingin menikah karena aku dianggap tidak bisa membeikan keturunan. Maklum, sudah tujuh tahun kami menikah tapi belum dikaruniai seorang anak pun.

Dia juga mengatakan, meski telah menikah lagi, dia berjanji tidak akan mengurangi perhatiannya kepadaku. Bahkan dia berkata, "Siapa tahu dengan begitu akan menjadi jalan bagi kamu untuk bisa memiliki anak."

Kontan saja aku kaget dengan ungkapan itu. Aku langsung menolak. "Kalau kamu mau menikah lagi, silakan saja. Tapi ceraikan aku dulu," kataku.

Suamiku semula tak ingin menceraikan aku. "Aku tak mau menceraikan kamu. Bagaimana pun, kamu adalah cinta pertamaku. Aku masih mencintaimu. Tapi, aku juga ingin memiliki keturunan," begitu katanya.

Namun, ungkapan cintanya tak bisa membuatku menerima alasannya untuk menikah lagi. "Kalau kamu benar-benar mencintaiku, tentu saja kamu tidak akan menikah lagi walaupun kita tidak dikaruniai anak. Kalau memang kamu menikah lagi, berarti kamu tidak mencitaiku. Kamu menikahiku hanya karena ingin punya keturunan saja," kataku saat itu.

Dia terdiam. Sejak saat itulah rumah tangga kami goyah. Percekcokan sering terjadi. Hingga akhirnya, dia berkeinginan menceraikan aku.

Singkat Cerita, kami pun cerai. Saat sudah menjadi janda, aku baru tersadar, mengapa kami tidak berobat ke dokter untuk mengetahui siapa sebenarnya yang mandul, aku atau suamiku? Tapi semuanya sudah terjadi.

Kabarnya, mantan suamiku itu menikah lagi dengan seorang gadis muda. Aku pun begitu, menikah lagi dengan seorang duda beranak satu. Namanya Herman (nama samaran).

Setahun menikah dengan Herman, aku ternyata hamil. Sementara istri dari Yudi tak juga hamil. Dari situlah aku berkesimpulan, ternyata yang mandul bukanlah aku, tapi justru suamiku sendiri.

Pernah suatu saat Yudi terkejut melihatku tengah mengandung. Dia terlihat begitu malu. Namun aku mencoba memberikan harapan kepadanya dengan cara agar dia berobat ke dokter.

Ya, meski kami telah cerai, tapi hubungan kami tetap baik. Yudi pun telah menganggapku sebagai adik. Kini, aku belum tahu apakah Yudi telah memeriksakan diri ke dokter atau belum. Aku bersyukur kepada Tuhan karena ternyata bukan aku yang mandul, Itu saja!

YULI TINGGALKAN AKU & ANAK DEMI HARTA

ku menikah dengan Yuli memang modal nekat semata. Karena cinta tak lagi kami bendung. Akhirnya, satu-satunya jalan untuk tetap menyatu adalah kawin lari.

Meski waktu itu kuliahku belum rampung, aku tetap nekat menikahi Yuli. Entahlah, mungkin karena aku begitu takut kehilangan dia, sehingga nekat meminta restu dari ibuku untuk menikah di usia yang masih terbilang muda. Masih terbilang muda. Oh ya, waktu itu usiaku masih 23 tahun, sedang Yuli baru duduk di bangku kelas 3 SMU. Sampai kami dikaruniai dua anak dan mulai hidup mapan, kedua orang Yuli dari keluarga bangsawan yang kaya raya, belum juga mau mengakui sebagai menantu.

Padahal, aku sudah lakukan berbagai cara, berharap membukan mata hati mereka tentang siapa kami yang sekarang. Kemapananku sepertinya tak membuat mereka goyah untuk menerimaku.

Aku dan Yuli sudah memohon ampun. Tapi justru tak menghargai mereka.
Hanya syukurnya, belakangan ini mereka sudah mau menerima Yuli kembali. Yuli sudah bebas pergi ke rumah orang tuanya, bahkan sebagian harta warisan keluarga sudah dijatahkan sebagian untuknya. Sementara aku dan dua anakku, sama sekali tidak mendapat pengakuan. Orang tua Yuli masih tetap menganggap kami sebagai menantu dan cucu haram.

Sungguh menyakitkan, hanya untuk mendapatkan pengakuan dari seorang mertua aku telah menjual harga diriku dan mengorbankan perasaanku, tapi balasannya sungguh menyakitkan. Aku kasihan pada anakku, mereka tak bisa mengenal nenek mereka, padahal keduanya berhak untuk itu.

Beberapa kali kucoba membujuk Yuli agar mau membawa anak-anak ke rumah neneknya, namun Yuli tampaknya ogah-ogahan. Malah kalau aku sedikit memaksa, malah dianggap lain, pasti terjadi pertengkaran diantara kami, yang membuatku kesal, akhir-akhir ini Yuli sudah keseringan menginap di rumah orang tuanya tanpa izin dariku.

Sampai kemudian orang tua Yuli memberi ultimatum kepada Yuli untuk memilih kembali ke rumah dengan syarat meninggalkan aku, atau tetap memilih aku dan anak-anak tapi tak mendapat warisan.

Yuli benar-benar silau dengan harta. Mungkin karena dasarnya ia memang dari keluarga berada, atau karena aku yang tak pernah bisa memanjakannya dengan materi, ia langsung memutuskan untuk kembali ke orang tuanya.

Tega sekali pikirku, aku yang sekian tahun hidup dengannya dengan segala suka duka, serta dua anak yang ia lahirkan dari rahimnya, tega ia campakkan begitu saja, hanya karena kemilau harta. "Sungguh buta mata hatimu Yul", begitu kata terakhir yang kulontarkan kepadanya.

Kini, meski anak merengek minta ketemu ibunya, aku tak pernah sudi mempertemukan mereka, karena segala yang berhubungan dengan Yuli, tak akan lagi kubuka. Sebagai laki-laki, itu kupegang. Yuli telah mengambil keputusan yang dianggap baik untuk dirinya, dan sebagai lelaki aku tak mau mengubah keputusanku itu. Biarlah itu dijalaninya sendiri, aku tetap pada pendirianku.

Jauh Panggang dari si Api Merah

Dari sebuah intitusi pemerintah belakangan kelap menyampaikan pesan-pesan publikasinya.Pesan tersebut antara lain di wujudkan melalui kampaye-kampaye. Paling mudah memulai penelusuran dengan beranjak dari kasus intitusi pajak. Masih ingat iklan yang di keluarkan intitusi pajak tentu dengan maksud untuk menyebar luaskan kampaye agar rakyat taat membayar pajak, amat sangat mudah di jumpai di banyak titik, baik di jakarta maupun di luar jakarta. Di jalan raya maupun di jalan bebas hambatan. Ukuran pun beragam, tetapi praktis semuanya mencuri perhatian.
Melihat kostum dan gayanya, dia dicitrakan sebagai sosok wajib pajak yang berkerja sebagai pebisnis atau eksekutif sukses.



Sabtu, 13 Maret 2010

Nutrisi Kecerdasan Anak.

Otak merupakan benda yang paling vital dalam tubuh. Organ ini mengatur seluruh bagian dalam tubuh diantaranya gerakan motorik, pengaturan suhu tubuh pengaturan tekanan darah, sekresi hormon, pernapasan, emosi dan berbagai macam kegiatan manusia.
Berbagai proses dalam otak itu yakni penamabahan sel ( poliferasi ) perpindahan sel ( migrasi ) pembentukan sistem jalinan saraf anatara satu dengan lainnya dan pembentukan selubung saraf.
Sebagai orang tua yang bertanggung jawab terhadap kehidupan anak, perlu tahu nutrisi.